Terungkap, peminum kopi punya tulang yang lebih kuat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banyak orang menyeruput kopi di pagi hari dengan tujuan khusus, yakni membantu agar lebih segar dan terjaga. Namun, sebuah riset terbaru mengungkap, kopi juga memiliki manfaat lain yakni untuk tulang yang lebih kuat. 

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Hong Kong. Mereka mengamati 564 orang dewasa China yang telah terdaftar dalam studi osteoporosis, kemudian membandingkan kepadatan mineral tulang mereka. 

Baca Juga: Indonesia negatif virus corona, benarkah gara-gara cuaca dan matahari?


Para responden dipilah antara mereka yang meminum kopi secara teratur, dengan mereka yang tidak. Secara umum, para peneliti menemukan, peminum kopi secara signifikan memiliki kepadatan mineral tulang yang jauh lebih tinggi, artinya tulang mereka lebih kuat. Secara khusus, para peneliti mengidentifikasi tiga molekul tertentu yang dikaitkan dengan konsumsi kopi dan tulang kuat. 

Penelitian ini memang relatif kecil dan hanya berdasarkan laporan orang-orang tentang konsumsi kopi mereka. Namun, para ahli yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan cara itu sudah menjadi bukti yang cukup kuat untuk membantu mendapatkan hasil yang akurat. 

Sebab, penelitian sebelumnya tidak menjelaskan tentang efek kopi terhadap tulang. "Bagi semua orang yang minum banyak kopi dan khawatir tentang efek kesehatan kopi, ini adalah berita baik. Ini menunjukkan bahwa secara umum kopi mungkin baik untuk kesehatan tulang," tulis Dr. Chad Deal dari Cleveland Clinic dalam keterangan tertulisnya. 

Chad mengungkapkan pandangan ini, meski dia tidak tergabung dalam penelitian tersebut. Secara keseluruhan, ada banyak penelitian yang menemukan manfaat meminum kopi. Beberapa penelitian paling kuat berasal dari studi National Institutes of Health pada 2012 terhadap lebih dari 400.000 orang di Amerika Serikat. 

Baca Juga: Jumlah korban tewas akibat virus corona di provinsi Hubei bertambah 116 orang

Penelitian menemukan, peminum kopi rutin cenderung memiliki risiko lebih rendah meninggal karena penyebab apa pun, termasuk penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Studi lain yang melibatkan lebih dari 500.000 orang Eropa pada tahun 2017 juga mendapatkan kesimpulan yang sama. 

Editor: Tendi Mahadi