The Fed pangkas suku bunga, investor khawatir kemungkinan terburuk terjadi



KONTAN.CO.ID -  NEW YORK.  Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed melakukan pelonggaran suku bunga secara besar-besaran justru kian memperdalam kecemasan para pelaku pasar. Para investor mempertanyakan seberapa efektif kebijakan The Fed mengurangi kerusakan ekonomi akibat wabah corona.

Keputusan The Fed ini dinilai membawa kembali AS dalam situasi keparahan ekonomi akibat epidemi yang mengancam ekonomi menuju ke dalam resesi.

Baca Juga: Emas spot melompat 1,10% setelah penurunan suku bunga The Fed


Sebagian investor juga berpendapat bahwa kebijakan moneter saja tidak cukup untuk mengendalikan gejolak ekonomi dan pasar keuangan yang kini semakin melambat.

Kepala Strategi Pasar di JonesTrading di Stamford, Connecticut, Michael O'Rourke, mengatakan, keputusan The Fed ini sangat menakutkan.

"Respon kebijakan yang sangat  kuat, kemungkinan akan membuat investor takut," ujarnya seperti dilansir Reuters, Senin (16/3).

Saham berjangka jatuh ke batas hariannya pada Minggu malam setelah pengumuman, di mana The Fed mengatakan akan memangkas suku bunga mendekati nol dan memulai kembali pembelian obligasi.

Beberapa pengamat pasar mengatakan, tindakan Fed mengembalikan ingatan pada saat krisis keuangan satu dekade lalu. "Pasar melihat pengulangan Fed 2007-(2008-2009) dan mengasumsikan pengulangan krisis keuangan sudah dekat," kata David Kotok, kepala investasi di Cumberland Advisors.

Baca Juga: Minyak WTI tergelincir ke US$ 31,32 per barel, terhimpit corona dan lubernya pasokan

The Fed bertindak untuk mengurangi kejatuhan ekonomi ketika pemerintah di seluruh dunia berusaha untuk membendung penyebaran virus yang telah menginfeksi lebih dari 156.000 orang di seluruh dunia dan membunuh lebih dari 5.800.

Editor: Noverius Laoli