Tiga perusahaan ini kuasai 28% pangsa pasar premi industri asuransi umum



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis perusahaan asuransi umum cukup moncer di paruh pertama 2019. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pendapatan premi asuransi umum sebesar Rp 40,13 triliun hingga Juni 2019. Nilai ini tumbuh secara tahunan atau year on year (yoy) dari Juni 2018 sebesar Rp 34,04 triliun.

PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo (Persero) mampu meraih 8% pangsa pasar pendapatan premi asuransi umum. Direktur Utama Askrindo Andrianto Wahyu Adi menyatakan Askrindo mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 3,1 triliun. Nilai ini tumbuh 75,14% yoy dari posisi yang sama tahun sebelumnya Rp 1,77 triliun.

Baca Juga: LPEI siapkan akses untuk pembiayaan ekspor


Sedangkan PT Asuransi Sinar Mas meraup pangsa pasar sebanyak 14% dengan pendapatan premi sebesar Rp 5,51 triliun. Nilai ini tumbuh 46,15% yoy dari Juni 2018 sebesar Rp 3,77 triliun. Adapun diperingkat ketiga ada Asuransi Astra mengantongi pangsa pasar 6% dengan pendapatan premi sebesar Rp 2,54 triliun. Nilai ini tumbuh 10,43% yoy menjadi Rp 2,3 triliun.

“Askrindo tidak ingin menjadi pemain asuransi umum dengan pangsa pasar nomor satu. Kami akan fokus pada mengotimalkan hasil underwriting dan laba usaha,” ujar Andrianto di Jakarta pada Rabu (21/8).

Lanjut Ia, Askrindo berhasil menjadi nomor satu untuk hasil underwriting dan laba usaha sebelum pajak secara industri. Ia perusahaan asuransi umum secara nasional mencatatkan hasil underwriting sebesar Rp 7,28 triliun. Nilai ini tumbuh 12% yoy dari posisi Juni 2018 sebesar Rp 6,51 triliun.

Sedangkan hasil underwriting Askrindo per Juni 2019 sebesar Rp 669 miliar. Naik 80% yoy dari Juni 2018 sebesar Rp 371 miliar. Adapun Astra berada pada posisi kedua dengan hasil underwriting Rp 620 miliar. Nilai ini tumbuh 18% yoy dari Rp 526 miliar pada Juni 2018.

Baca Juga: Buat roadmap digitalisasi hingga 2021, Askrindo siapkan capex Rp 300 miliar

Sinar Mas mencatatkan pendapatan underwriting senilai Rp 605 miliar pada Juni 2019. Nilai ini tumbuh 50% dari Rp 404 miliar pada Juni 2018. Selai itu, industri asuransi umum mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp 3,05 triliun. Tumbuh 4% yoy dari semester 1-2018 senilai Rp 2,95 triliun.

Editor: Tendi Mahadi