Timbang-timbang dulu hal ini sebelum memutuskan pensiun dini



KONTAN.CO.ID -  Pensiun dini bisa terjadi karena keinginan sendiri atau kondisi perekonomian. Memiliki investasi cukup, penghasilan pasif cukup, asuransi cukup, ada kegiatan bermanfaat, jadi pertimbangan saat memutuskan pensiun dini.

Pensiun lebih awal bisa jadi merupakan dambaan sebagian orang. Dengan pensiun dini, artinya seseorang bisa menyelesaikan tugas lebih awal, menyisihkan waktu untuk diri sendiri dan keluarga, atau memulai tantangan baru lebih awal.

Baca Juga: Pensiun dari Alibaba Group mulai hari ini, Jack Ma menggelar pesta besar


Banyak alasannya orang memilih pensiun lebih awal. Tidak hanya karyawan, pengusaha pun ada yang berharap dapat menikmati pensiun dini, menyerahkan kendali perusahaan kepada pihak yang dipercaya baik anggota keluarga maupun profesional. Sebaliknya, banyak juga orang yang hendak menyelesaikan masa tugas hingga akhir masa kerja.

Kondisi pensiun dini bagi karyawan pun beragam. Ada karyawan yang memang menargetkan undur diri dari perusahaan sebelum waktunya. Misalnya, jika usia pensiun di perusahaan 56 tahun, pada usia 52 tahun karyawan tersebut sudah mengajukan pensiun.

Biasanya, orang seperti ini sudah mempersiapkan dengan memiliki bisnis, memiliki keahlian, atau memiliki aset dan perlindungan yang memadai. Sehingga, ketika keputusan pensiun dini dilakukan, keadaan keuangan dan gaya hidup mereka tidak terlalu berbeda dengan ketika masih aktif bekerja.

Baca Juga: Resmi sudah, Krakatau Steel PHK ribuan karyawannya

Pensiun dini dapat juga terjadi karena keadaan perekonomian. Baik perekonomian makro seperti krisis global atau kawasan, atau perekonomian mikro yang terjadi di perusahaan. Kondisi seperti ini terkadang membuat karyawan harus berpikir keras untuk mempertimbangan tawaran pensiun dini tersebut.

Editor: Noverius Laoli