Tol layang Japek macet, begini komentar Menhub



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi buka suara perihal kemacetan yang melanda Tol Layang Jakarta-Cikampek ( Japek) pada Sabtu (21/12) kemarin. 

Menurut dia, kemacetan tersebut diduga akibat rasa penasaran para pengguna jalan, apalagi setelah mengetahui bahwa kontur jalur bergelombang membuat volume kendaraan yang menggunakan tol Japek tinggi. 

"Di Japek kenaikannya biasanya 40%, sekarang 80%. Untuk kisaran (volume kendaraan) belum dilaporkan," kata Menhub saat meninjau Stasiun Pasar Senen, Sabtu. 


Untuk mengurangi kemacetan, dilakukan penutupan di jalur yang baru dibuka pada Minggu (15/12) tersebut. 

Baca Juga: Jalan tol layang Cikampek sempat macet Sabtu siang, ini penjelasannya

"Kita lihat kalau namanya Japek di ketinggian kalau mereka terlalu lama di atas berisiko habis bahan bakar, kelaparan, belum lagi nanti kalau yang pusing. Saya setuju dikurangi dulu supaya lancar," ujar Budi. 

Dari laporan yang diterimanya, kemacetan yang terjadi di Japek sudah memakan waktu hingga dua jam. Padahal, waktu tempuh dari Jakarta ke Cikampek idealnya hanya membutuhkan waktu satu jam. 

Editor: Herlina Kartika Dewi