Tolak klaim AS, China: Berhentilah membuat perpecahan di Laut China Selatan



KONTAN.CO.ID - BEIJING. China mengatakan pihaknya tidak berniat mengubah Laut Cina Selatan menjadi kerajaan maritim dan mendesak Amerika Serikat untuk berhenti mengobarkan perpecahan antara China dan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara setelah Washington menggambarkan klaim China atas perairan kaya sumber daya di Laut China Selatan sebagai pelanggaran hukum.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan upaya Washington untuk menabur perselisihan antara Beijing dan negara-negara Asia Tenggara akan gagal.

Baca Juga: Memanas, Jepang sebut China terus berupaya ubah status quo di Laut China Selatan


Ia juga membalas Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dengan menggambarkan pernyataannya sebagai sebuah tuduhan yang tidak berdasar.

“China tidak berusaha menjadi kerajaan maritim. Tiongkok memperlakukan negara-negara tetangganya atas dasar kesetaraan dan melakukan pengekangan terbesar, ”kata Zhao dalam konferensi pers pada hari Selasa.

Zhao mengatakan AS adalah faktor destabilisasi di Laut Cina Selatan, karena terus mengirim kapal-kapalnya di lautan tersebut. "Upaya Washington untuk membangkitkan perpecahan tidak akan berhasil," katanya.

Sebelumnya seorang juru bicara Kedutaan Besar China di AS mengatakan pernyataan Pompeo yang sejalan dengan putusan pengadilan tahun 2016 oleh Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) yang menolak sebagian besar klaim China dimaksudkan untuk menabur perselisihan antara China dan tetangganya.

Baca Juga: Makin meruncing, China naikkan peringatan perjalanan ke Australia

"Kami menyarankan pihak AS untuk sungguh-sungguh menghormati komitmennya untuk tidak memihak pada masalah kedaulatan wilayah, menghormati upaya negara-negara di kawasan untuk Laut China Selatan yang damai dan stabil dan menghentikan upayanya untuk mengganggu dan menyabot perdamaian dan stabilitas regional," kata sang juru bicara.

Editor: Tendi Mahadi