Trisula International (TRIS) proyeksikan penjualan dan laba turun dua digit



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Mewabahnya Corona di Indonesia membuat aktivitas operasional PT Trisula International Tbk (TRIS) terganggu. Alhasil di sepanjang tahun ini TRIS sudah memproyeksikan penurunan penjualan bersih sebesar 24,5% year on year (yoy) dan penurunan laba neto-nya 26,7% yoy.

Dalam laporan tahunan yang dirilis pada Rabu (20/5) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama Trisula International, Santoso Widjojo menjelaskan, Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor yang berperan penting karena memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga: Jalur Distribusi Terhambat, TRIS Menegosiasikan Jadwal Pengiriman Pesanan Pelanggan


"Sejalan dengan perkembangan revolusi industri 4.0, Kementerian Perindustrian memacu industri tekstil dan pakaian jadi nasional untuk menerapkan teknologi modern agar lebih efisien dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sesuai kebutuhan di era digital," jelasnya dalam laporan tahunan yang dirilis pada Rabu (20/5).

Berdasarkan prospek usaha tersebut, Santoso menyatakan akan terus meningkatkan lini bisnis dengan tetap mengedepankan inovasi dan kehati-hatian berdasarkan selera dan target pasar.

Di sisi lain, TRIS juga memberikan pelatihan secara berkesinambungan kepada karyawan, baik dari cara menjual dan pengetahuan atas produk (product knowledge) yang diharapkan untuk meraih peluang usaha yang lebih besar.

Baca Juga: Trisula International (TRIS) geber penjualan masker dan hazmat

Editor: Noverius Laoli