Trump Sebut Pengawasan AS atas Venezuela Bisa Berlangsung Bertahun-tahun



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Amerika Serikat berpotensi mengawasi Venezuela dan mengendalikan pendapatan minyak negara tersebut selama bertahun-tahun ke depan. 

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara panjang dengan The New York Times yang dipublikasikan pada Kamis (8/1/2026).

Trump mengatakan belum ada batas waktu pasti terkait lamanya pengawasan AS atas Venezuela. Saat ditanya apakah pengawasan itu akan berlangsung selama beberapa bulan atau satu tahun, Trump menjawab kemungkinan waktunya jauh lebih lama. 


“Hanya waktu yang akan menjawab. Saya kira akan jauh lebih lama,” ujarnya.

Baca Juga: Kuba Berduka: 32 Warga Tew

as dalam Serangan AS di Venezuela

Trump menyebut AS akan membangun kembali Venezuela “dengan cara yang sangat menguntungkan”. Pernyataan itu merujuk pada operasi militer AS pada 3 Januari lalu yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah serangan malam hari.

Menurut Trump, Amerika Serikat akan memanfaatkan minyak Venezuela untuk menekan harga minyak dunia, sekaligus menyalurkan sebagian dana kepada Venezuela. “Kami akan menggunakan minyak, mengambil minyak, menurunkan harga minyak, dan memberi uang kepada Venezuela yang sangat mereka butuhkan,” katanya.

Trump juga mengklaim hubungan AS berjalan sangat baik dengan pemerintahan presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, yang sebelumnya dikenal sebagai loyalis Maduro dan pernah menjabat wakil presiden.

Trump menolak menjelaskan alasan AS tidak menyerahkan kekuasaan kepada kelompok oposisi Venezuela, yang sebelumnya diakui Washington sebagai pemenang sah pemilu 2024. 

Baca Juga: Trump Sebut Militer AS Serang Kapal Narkoba Venezuela, 11 Orang Tewas

Namun, ia menegaskan komunikasi dengan pemerintah Venezuela berlangsung intens. Meski mengaku tidak berbicara langsung dengan Rodriguez, Trump mengatakan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio rutin berkomunikasi dengannya.

Pada Selasa lalu, Trump mengumumkan rencana AS untuk memurnikan dan menjual hingga 50 juta barel minyak Venezuela yang selama ini tertahan akibat blokade AS. Ia menyebut pemerintah Venezuela telah memenuhi semua persyaratan yang diminta Washington.

Dalam wawancara tersebut, The New York Times juga melaporkan adanya perubahan sikap Trump terhadap Kolombia. Trump disebut telah mencabut ancaman aksi militer terhadap negara tetangga Venezuela itu setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro.

Trump sebelumnya sempat mengancam akan melakukan operasi militer terhadap Kolombia dan melontarkan pernyataan keras terhadap Petro. Namun, setelah percakapan telepon yang berlangsung sekitar satu jam, ancaman tersebut dinilai mereda. 

Baca Juga: Kuba Klaim 32 Warganya Tewas dalam Operasi Militer AS di Venezuela, Havana Berkabung

Trump bahkan menyebut pembicaraan itu berlangsung baik dan menyampaikan harapannya untuk bertemu Petro dalam waktu dekat. Petro sendiri menggambarkan percakapan itu sebagai dialog yang bersahabat.

TAG: