Tuntaskan elektrifikasi di daerah terpencil, Kementerian ESDM lakukan tiga pendekatan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengakselerasi penuntasan elektrifikasi di 433 desa yang belum menikmati listrik di Indonesia.

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) pun sudah menyusun kebijakan strategis dalam menyukseskan program elektrifikasi di wilayah tersebut.

Direktur Aneka EBT Kementerian ESDM Harris menyampaikan, secara garis besar ada tiga pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk mengalirkan listrik ke daerah-daerah terpencil.


Tiga pendekatan tersebut dilakukan melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, yaitu perpanjangan jaringan (grid), pengembangan off-grid atau mini grid, dan program pra-elektrifikasi.

Baca Juga: Pencatatan kWh meter pelanggan PLN kini kembali dilakukan melalui layanan WhatsApp

Untuk pendekatan melalui perpanjangan grid bisa diimplementasikan apabila di daerah tersebut sudah dekat dengan jaringan listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

“Metode ekspansi grid bisa diterapkan kalau memang di daerah-daerah situ sudah ada jaringan dan pelanggan yang belum tersambung listrik,” ungkap Harris dalam siaran pers Kementerian ESDM, Jumat (24/4).

Sementara bagi suatu daerah yang penduduknya terpusat dan jauh dari jaringan PLN, maka akan dikembangkan off-grid maupun tabung listrik.

“Apabila memang gridnya tidak ada di sekitar situ, akan tetapi ada komunitas yang terpusat, ada peluang untuk dikembangkan PLTS Terpusat, PLTMH, hingga tabung listrik, tambah Harris.

Editor: Anna Suci Perwitasari