Ukraina Siapkan Sejuta Tentara Kuat untuk Rebut Kembali Wilayah Selatan dari Rusia



KONTAN.CO.ID -  Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan pihaknya akan mempersiapkan satu juta tentara yang kuat, dilengkapi dengan senjata NATO untuk merebut kembali bagian selatan negara itu dari pendudukan Rusia.

"Merebut kembali wilayah di sekitar pantai Laut Hitam sangat penting bagi perekonomian negara,"kata Reznikov seperti dikutip dari BBC News, Senin (11/7).

Namun, komentar itu lebih merupakan seruan daripada rencana konkret, kata wartawan BBC Joe Inwood di Kyiv.


Pernyataan menteri pertahanan Ukraina itu muncul ketika Rusia membuat kemajuan dalam mengambil wilayah di wilayah Donbas timur.

Baca Juga: Putin: Sanksi Lebih Lanjut atas Rusia Bisa Menyebabkan Bencana di Pasar Energi Global

Sebuah serangan di sebuah blok flat pada hari Minggu menewaskan sedikitnya 18 orang, dengan lebih dari 20 dikhawatirkan terkubur di bawah puing-puing.

Tim penyelamat masih mencari korban selamat di lokasi gedung lima lantai di Chasiv Yar, dekat kota Kramatorsk, di wilayah Donetsk yang menjadi fokus serangan Rusia.

Dalam wawancaranya dengan surat kabar The Times, Reznikov memuji Inggris sebagai kunci dalam transisi dari menyediakan senjata era Soviet ke Ukraina ke sistem pertahanan udara dan amunisi berstandar NATO.

Dia mengatakan pengiriman senjata perlu dipercepat. "Kami membutuhkan lebih banyak, dengan cepat, untuk menyelamatkan nyawa tentara kami. Setiap hari kami menunggu howitzer, kami bisa kehilangan seratus tentara," katanya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Semester II-2022 Diproyeksi Bisa Capai 4,9%, Ini Pendorongnya

"Kami memiliki sekitar 700.000 angkatan bersenjata dan ketika Anda menambahkan penjaga nasional, polisi, penjaga perbatasan, kami memiliki sekitar satu juta orang," kata menteri pertahanan.

Namun, Dr Jack Watling, peneliti senior di Royal United Services Institute, memperingatkan angka tersebut.

"Bukan satu juta kekuatan kuat yang akan melakukan serangan balik," kata Watling kepada BBC.

“Biasanya Anda menginginkan kejutan operasional ketika Anda meluncurkan serangan balik, jadi mengumumkannya secara terbuka sebagian adalah tentang memaksa Rusia harus mengerahkan sumber daya lebih luas untuk menjaga dari ancaman ini,” ucapnya.

Editor: Noverius Laoli