Update Corona Indonesia, 27 April: Kasus infeksi akhirnya melampaui 9.000 kasus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyampaikan update jumlah kasus positif virus corona di Indonesia. Jumlah kasus positif baru corona masih terus bertambah.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers, mengatakan, update hingga Senin (27/4) ada tambahan 214 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia, sehingga total menjadi   9.096 kasus.

Dari jumlah itu, jumlah yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 22 orang menjadi sebanyak 765 orang.


Baca Juga: Kasus corona Singapura tembus 14.000, tetap yang tertinggi di Asia Tenggara

Sedangkan pasien yang sembuh setelah sempat mengidap virus corona di Indonesia bertambah 44 orang menjadi  1.151 orang.

Kasus positif corona di Indonesia terbanyak ada di DKI Jakarta, yaitu 3.869 kasus. Lalu Jawa Barat dengan 951 kasus positif corona.

Kemudian Jawa Timur dengan 796 kasus positif corona, Jawa Tengah 666 kasus positif corona, dan Sulawesi Selatan 440 kasus positif corona.

Sementara kasus meninggal terbanyak karena corona di Indonesia juga di DKI Jakarta, yaitu 367 orang, dan Jawa Barat ada 88 orang. Lalu Jawa Timur ada 78 kematian karena corona.

Sedangkan kasus sembuh dari corona paling banyak juga di DKI, yaitu 337 orang. Lalu di Jawa Timur ada 140 orang sembuh dari Corona, Sulawesi Selatan ada 106 orang yang sembuh dari corona.

Baca Juga: Dari hari ke hari, begini gejala awal terjangkit virus corona

Berikut update data kasus positif virus corona di Indonesia per Senin (27/4) yang bersumber dari BNPB:

.

Penambahan Kasus Covid-19 2020-04-27
Penambahan Kasus Positif Baru Penambahan Kasus Meninggal Penambahan Kasus Sembuh
214 22 44
Jumlah Kumulatif Data Kasus Covid-19 2020-04-27
Jumlah Kasus Positif Kumulatif Jumlah Kasus Meninggal Kumulatif Jumlah Kasus Sembuh Kumulatif
9096 765 1151
Kasus Positif Terbanyak
No Provinsi Jumlah Kasus
1 DKI Jakarta 3869
2 Jawa Barat 951
3 Jawa Timur 796
4 Jawa Tengah 666
5 Sulawesi Selatan 440
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie