Usai suku BI bunga turun, penyaluran KPR diyakini bakal lebih kencang di semester II



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penurunan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) ke level 5,75% tidak lantas membuat perbankan menurunkan bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Namun, para bankir optimis penyaluran KPR akan bergerak lebih kencang di paruh kedua 2019 ini.

Guna mendorong pertumbuhan KPR, bank akan semakin rajin meluncurkan program-program promo bunga. Dengan program khusus tersebut diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan pembelian hunian.

Baca Juga: Dampak likuiditas ketat, beban bunga bank menggunung di semester I-2019


Budi Satria, Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN, anggota indeks Kompas100) misalnya mengatakan, pihaknya tidak serta merta melakukan penyesuaian suku bunga KPR pasca BI turunkan suku bunga 25 basis poin baru-baru ini.

"Kalau BI turun 0,25%, kami juga akan turun sekitar segitu tapi tergantung market share juga. Tidak serta merta lakukan penyesuaian," katanya pada Kontan.co.id, Kamis (25/7).

Walaupun begitu, dia menyakini penyaluran KPR akan tumbuh di semester II lantaran BTN juga masih akan menawarkan program promo bunga bekerjasama dengan pengembang.

Baca Juga: Belum capai target, BTN kumpulkan Rp 35 miliar dari penjualan SBR007

Bank pelat merah ini baru saja menandatangani kerjasama dengan Perumnas menggelar promo bunga 4,5%. Saat ini, bunga normal KPR yang ditawarkan BTN ada di kisaran 10%. Sementara untuk bunga promo ada di kisaran 8%-9%.

Di samping itu, katalis lain yang akan mendorong pertumbuhan KPR menurut Budi adalah agenda politik yang sudah usai. Dengan berakhirnya pemilihan presiden, investor tidak lagi wait and see untuk masuk segmen properti menengah atas.

"Semester I, KPR di segmen menengah ke atas masih melambat. Hanya segmen di bawah Rp 500 juta yang masih tumbuh bagus," tambahnya.

Adapun di sepanjang paruh pertama 2019, BTN masih mencatatkan pertumbuhan KPR double digit. Hanya saja, Budi tidak bersedia menyebutkan besaran detil pertumbuhannya.

Editor: Tendi Mahadi