Vaksinasi corona terlambat dari jadwal? Jangan khawatir, ini penjelasan ahlinya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada akhir pekan seperti seperti sekarang ini biasanya masyarakat berbondong-bondong mendatangi sentra vaksinasi agar tidak terjadi vaksinasi corona terlambat dari jadwal.

Masyarakat memilih waktu akhir pekan untuk mendapatkan suntikan vaksin corona karena selain agar tidak terjadi vaksinasi corona terlambat atau sesuai jam penyuntikan, juga karena akhir pekan banyak waktu luang.

Namun kadangkala setelah mendapatkan suntikan vaksin corona di akhir pekan tidak pas saat mendapatkan jadwal penyuntikan vaksin corona dosis kedua, tidak tepat jatuh di akhir pekan sehingga berpotensi menyebabkan vaksinasi corona terlambat.


Baca Juga: Sebanyak 124.000 Nakes siap ikut vaksinasi corona di Jakarta, khusus vaksin dosis 3

Keterlambatan vaksinasi corona ini tidak hanya masalah teknis peserta vaksinasi yang berhalangan datang pada waktu yang telah di jadwalkan, tapi keterlambatan vaksin karena faktor teknis dari sisi pasokan vaksin corona yang jadi biang vaksinasi corona terlambat.

Namun masyarakat tidak perlu khawatir, karena kasus vaksinasi terlambat ini sudah diperhitungkan dan diperkirakan oleh para ahlinya.

Baca Juga: Realisasi vaksinasi corona di Jakarta 91%, dosis ketiga bagi Nakes selesai Agustus

Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia  atau World Health Organization (WHO) dan para ahli, agar bisa tercipta kekebalan tubuh yang otimal bagi setiap individu, maka tiap orang membutuhkan penyuntikan vaksinasi corona sebanyak dua dosis, terlepas dari waktu vaksinasi terlambat. 

Adapun rentang waktu penyuntikan dosis vaksinasi corona antara penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua, serta berapa besar dosis pemberian vaksin berbeda-beda setiap jenis vaksin corona yang digunakan, karena menyesuaikan dengan rekomendasi hasil uji klinis untuk setiap jenis vaksin yang digunakan.

Baca Juga: UPDATE corona di Jakarta, (6/8) positif 2.185 sembuh 3.211, meninggal 53

Vaksinasi merupakan salah satu upaya penting dalam penekanan laju penyebaran virus termasuk virus corona di Indonesia. 

Untuk itu, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan laju vaksinasi corona yang saat ini berada di angka 1 juta-1,25 juta setiap harinya.

SELANJUTNYA>>>

Editor: Syamsul Azhar