Vaksinasi hingga distribusi oksigen, Sinar Mas galang bantuan untuk menangani pandemi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 sudah nyaris satu setengah tahun melumpuhkan mobilitas masyarakat. Hampir semua perusahaan tertekan, bahkan banyak yang gulung tikar. Begitu juga masyarakat yang terhimpit secara ekonomi selama masa pandemi.

Meski di tengah kondisi yang serba-sulit, sejumlah korporasi bahu-membahu membantu pemerintah dalam menggalang bantuan untuk meringankan beban masyarakat.

Salah satu konglomerasi besar di Indonesia, Sinar Mas, turut mengajak berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan penanganan pandemi.


Bantuan yang diberikan mulai dari penyediaan produk yang diperlukan masyarakat, mendukung program vaksinasi hingga distribusi oksigen yang menjadi kebutuhan vital pasien Covid-19.

Baca Juga: Gandeng KBRI Singapura dan Temasek, Sinar Mas Donasi 1.000 Oxygen Concentrator

Baru-baru ini, misalnya, Sinar Mas melalui organisasi nirlaba Eka Tjipta Foundation (ETF) bekerjasama dengan alumni Kolese Kanisius menyelenggarakan vaksinasi masal pada 5-18 Juli 2021. Rencananya, Vaksinasi Kanisius akan kembali digelar pada pekan pertama Agustus 2021.

Wakil Ketua Umum ETF Hong Tjhin mengatakan, Vaksinasi Kanisius merupakan salah satu upaya untuk memperluas jangkauan vaksinasi kepada masyarakat di luar lingkup internal Sinar Mas. Selain untuk dewasa, vaksinasi ini juga diperuntukkan bagi pelajar di atas usia 12 tahun.

Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menyambut baik program vaksinasi ini. “Niat penyelenggaraan vaksinasi ini demi mendukung terbentuknya kekebalan komunitas di Indonesia. Meski pihak yang bekerja sama pada program ini berasal dari bidang yang berbeda, kami memiliki tujuan yang sama,” kata Saleh dikutip Kontan.co.id, Selasa (27/7).

Vaksinasi tersebut diharapkan dapat membantu memenimalisasi penyebaran Covid-19 pada anak-anak. Hal ini mengingat kasus terkonfirmasi pada rentang usia 12-17 tahun tergolong tinggi.

Dari 2 juta kasus terkonfirmasi di Indonesia per akhir Juni 2021, lebih dari 108.000 kasus di antaranya terjadi pada rentang usia 12-17 tahun.

Editor: Yudho Winarto