Viral cerita uang tabungan jutaan rupiah yang hancur dimakan rayap



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada kisah sedih yang dituliskan Putri Buddin dalam akun twitternya, @putribuddin. Dia menceritakan tentang kesedihannya karena uang tabungannya hancur dimakan rayap. Cerita ini lantas viral di media sosial. 

Unggahan Putri ini dibagikan ulang lebih dari 2.500 kali dan disukai lebih dari 2.500 akun. Saat dihubungi Kompas.com, Selasa (20/8), Putri menceritakan tentang uang jutaan rupiah yang ternyata ditabungnya untuk sang nenek yang telah meninggal dunia.

Baca Juga: Kompensasi blackout, PLN: Kami percepat bayar ganti rugi walau mestinya Oktober


"Jadi, aku kasih ke nenek aku sekitar Rp 3 jutaan. Kata nenekku enggak mau pakai, makanya aku taruh di lemari. Aku bilang kalau nenek butuh uang, ambil saja di dalam lemari," ujar Putri yang berdomisili di Jakarta Selatan itu.

"Terus bukannya diambil, tapi ditambahin sampai Rp 10 jutaan. Aku enggak tahu dan lupa juga pernah menaruh uang di lemari," lanjut Putri.

Menurut Putri, ia memberikan uang kepada neneknya sekitar 1 tahun yang lalu. Namun, setelah sang nenek berpulang, ia mengecek uang yang pernah ia berikan kepada neneknya sebagai persediaan jika ada kebutuhan mendesak. Saat mengecek isi lemari, Putri menemukan dua bungkus plastik berisi uang.

Baca Juga: Hari terakhir bioskop TIM XXI beroperasi, banyak pengunjung yang sedih

"Ada 2 bundle (bungkus). Satu bundle di map kertas bank, 1 bundle lagi di plastik. Yang di map langsung dibuang karena jadi sarang rayap. Yang diplastik itu yang saya unggah di Twitter," ujar Putri.

Kemudian, ia menghitung apakah ada sisa-sisa uang yang masih bisa diselamatkan. "Yang dibungkus plastik sejumlah Rp 5,4 juta dari yang bisa terhitung," kata dia.

Penukaran ke bank

Tak lama setelah itu, Putri  pergi ke Bank Indonesia (BI) untuk menanyakan kepada petugas, apakah uang-uangnya ada yang bisa ditukar dalam bentuk utuh atau tidak. Putri mengatakan, ketika petugas teller bank memanggil nomor antreannya, ia dengan hati-hati mengeluarkan uang berlubang itu ke meja teller.

"Saya bantuin untuk memisahkan uang yang masih bisa ketolong itu menjadi selembar-selembar. Petugas bank pun memeriksa kondisi fisik uang pakai alat," ujar Putri.

Menurut Putri, alat untuk mengecek kelayakan dan keutuhan uang secara fisik ternyata memiliki ketentuan apakah tingkat kerusakan uang kertas layak untuk ditukar dengan uang baru atau tidak.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie