Virus corona: 100 anak-anak Australia terjebak di Wuhan



KONTAN.CO.ID - WUHAN. Sekitar 100 anak sekolah warga negara Australia terjebak di Wuhan, China. Mereka tidak dapat keluar kota Wuhan seiring langkah pemerintah China yang menutup kota itu untuk menahan penyebaran wabah virus corona yang mematikan.

Melansir The Guardian, ketika pihak berwenang Australia bersiap untuk mengumumkan kasus kelima virus corona yang dikonfirmasi di Australia pada hari Senin, Menteri Kesehatan Greg Hunt, mengatakan pemerintah sedang berupaya keras untuk memulangkan warga negara Australia yang sekarang terperangkap dalam megacity China yang berpenduduk 11 juta orang itu.

"Kami tahu pada titik ini bahwa pemerintah China telah menutup kota Wuhan serta kota-kota lain di provinsi Hubei," kata Hunt kepada Radio ABC, Senin pagi.


“Kami bekerja untuk memastikan bahwa ada dukungan untuk warga Australia itu dan kami juga bekerja, seperti juga negara-negara lain, berusaha untuk mengamankan kemampuan mereka untuk kembali ke Australia. Pada titik ini, menteri luar negeri bekerja sepanjang waktu untuk itu,” tegasnya seperti yang dikutip The Guardian.

Baca Juga: Virus corona: 5 juta warga tinggalkan Wuhan, diramal bakal ada 1.000 kasus baru

Lebih dari 50 orang telah meninggal akibat virus korona baru ini, yang berasal dari Wuhan dan menyebabkan pneumonia. Sementara, Hunt mengatakan pada Senin pagi ada 2.019 kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia.

Pemerintah China pekan lalu mengambil langkah dramatis dengan memberlakukan larangan besar untuk melakukan perjalanan ke luar kota dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus. Sejak itu, larangan itu diperluas hingga ke 10 kota.

Prancis dan Amerika Serikat adalah dua negara di antara negara-negara yang telah mengumumkan rencana untuk menyewa pesawat demi mengevakuasi warganya dari Wuhan.

Baca Juga: Virus Corona, GP Farmasi imbau masyarakat jaga kebersihan dan daya tahan tubuh

Ditanya apakah Australia akan melakukan hal yang sama, Hunt mengatakan menteri urusan luar negeri, Marise Payne, sedang bekerja dengan pemerintah China "dengan mengedepankan semua opsi untuk mengamankan warga Australia".

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie