Virus corona buat kunjungan turis asing ke Bali anjlok lebih dari 90% pada April 2020



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak dari pandemi corona terhadap industri pariwisata Bali begitu besar. Pasalnya, ketika industri pariwisata berhenti bergerak, maka berdampak pada ekonomi dan banyak sektor lain di Bali. 

Pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Bali. Berdasarkan data Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada bulan April 2020 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 lalu, anjlok lebih dari 90%.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Sukawati mengatakan, Bali jadi salah satu daerah yang mengalami dampak pandemi corona paling parah. Pasalnya, sekitar 60% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali berasal dari sektor pariwisata. 


Baca Juga: Gara-gara virus corona, kedatangan wisatawan asing ke Korea Selatan anjlok 94,6%

“Tidak hanya pariwisata, sektor lain juga terdampak (penurunan wisatawan)," ujar Tjokorda dalam sesi Industry Roundtable online edisi keempat yang digelar oleh Markplus, Inc. dan Jakarta Chief Marketing Officer (CMO), Jumat (24/4). 

Contohnya, sektor pertanian. Biasanya hasil pertanian di Bali terserap hotel-hotel yang jumlahnya mencapai 140.000 kamar. "Sekarang tidak ada lagi dan para petani oversupply,” kata dia. 

Dalam data dari GIPI, pada Januari 2020 lalu jumlah wisman ke Bali sempat naik 11%. Lalu jumlah wisman turun pada Februari 2020 sebesar 18%. Pada masa ini semua penerbangan dari dan ke China sudah mulai ditunda. 

Jumlah penurunan semakin drastis pada Maret 2020. Penurunan mencapai 42,32%. Pasalnya, selain turis China, turis dari negara-negara Eropa seperti Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, Inggris, dan beberapa kota di Korea Selatan sudah dibatasi untuk tidak masuk ke Bali. 

Namun yang paling drastis adalah penurunan pada bulan April 2020 yakni mencapai sekitar 93,24% dengan adanya virus corona di Bali. 

Editor: Anna Suci Perwitasari