Wabah virus corona berpotensi tekan industri karoseri dalam negeri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ancaman disrupsi bisnis akibat pandemi virus corona (Covid-19) masih membayangi berbagai industri pada berbagai sektor. Hal ini tidak terkecuali pada industri karoseri dalam negeri.

Managing Director Delimajaya Group, Winston Wiyanta memperkirakan terdapat potensi penurunan permintaan pesanan karoseri pada hampir semua jenis kendaraan. Pasalnya, virus corona yang kini berstatus pandemik memiliki imbas negatif hampir di semua sektor. Hal ini pada gilirannya akan berdampak pada turunnya permintaan kendaraan berikut karoserinya pada sektor terdampak.

Baca Juga: Ada wabah corona, Delimajaya Group revisi target penjualan


Pada sektor logistik misalnya, kegiatan ekspor-impor antar negara yang melemah akibat corona bisa membuat permintaan pembuatan body truk pengangkut atau delivery truck menjadi merosot.

Begitu pula pada sektor lain seperti energi, pertambangan dan migas. Harga komoditas yang jatuh seiring mewabahnya corona dinilai bisa berdampak pada turunnya permintaan pesanan alat berat, truk berat alias heavy duty truck (HDT), beserta kendaraan-kendaraan berat lainnya. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada permintaan pesanan karoseri pada kendaraan-kendaraan tersebut.

Meski begitu, ia memperkirakan penurunan potensi penurunan pesanan karoseri akan paling terasa pada jenis kendaraan penumpang seperti misalnya bus. Maklum saja, sektor pariwisata yang selama ini menjadi sektor penunjang bagi permintaan karoseri kendaraan penumpang menjadi salah satu sektor yang paling rentan terhadap imbas gangguan corona.

Kendaraan penumpang sendiri memiliki kontribusi sekitar 20% dalam total penjualan karoseri Delimajaya Group. Sementara itu sebanyak 80% sisanya berasal dari pesanan karoseri kendaraan lainnya dengan rincian; kendaraan khusus 30%, kendaraan barang 15%, kendaraan berat 15%, dan lain-lain 20%.

Baca Juga: Penjualan otomotif lesu di awal tahun 2020

Editor: Handoyo .