Waduh 17 pesepak bola di Eropa sudah positif terinfeksi virus corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga Minggu (15/3) pukul 22.00 WIB, pemain sepak bola yang terjangkit virus corona bertambah tiga orang sehingga total jumlahnya menjadi 16 kasus positif.

Di mana, Liga Italia menambah dua pemain yang masuk daftar pesepak bola yang positif terjangkit virus corona. Keduanya merupakan pemain Sampdoria, yang telah mengumumkan sendiri bahwa mereka telah positif mengidap virus corona pada Sabtu (14/3) malam. 

Padahal, Sampdoria dalam pernyataan resminya tidak akan mengumumkan lagi hasil tes diagnosis virus corona demi mencegah kekhawatiran semakin meluas. Namun, dua pemainnya yaitu Fabio Depaoli dan Bartosz Berezynski mengumumkan sendiri melalui sosial media.


"Halo kawan. Sayang sekali saya positif Covid-19. Saya ingin mengabari kalian saya baik-baik saja. Ini adalah monster yang menyerang tak terlihat. Tetapi dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, kita bisa memenanginya dan kembali dengan lebih kuat," kata Dapaoli. 

Baca Juga: UEFA mempertimbangkan Piala Eropa 2020 diselenggarakan bulan Desember

"Simpati untuk semua orang yang terjangkit dan terima kasih kepada seluruh staf medis yang menolong kami. Berdiam dirilah di rumah!," tulis Dapaoli.

Begitu juga dengan Bartosz Berezynski yang mengumumkan lewat instagram.

"Sayangnya, saya dinyatakan positif untuk Covid-19. Saya baik-baik saja. Meskipun tindakan pencegahan baru-baru ini, saya belum berhasil menghindari infeksi virus. Itu sebabnya saya meminta kalian untuk bertanggung jawab dan tinggal di rumah bila memungkinkan," tulisnya.

Satu tambahan kasus pemain positif virus corona juga datang dari Liga Spanyol, yang juga menjadi kasus pertama.

Pemain belakang Valencia, Ezequiel Garay mengumumkan dirinya telah positif Covid-19 pada Minggu (15/3) sore. Garay juga mengumumkan sendiri melalui akun sosial media instagramnya.

"Ternyata tahun 2020 saya tidak dimulai dengan baik. Saya telah dites positif untuk virus corona. Saya merasa baik-baik saja dan sekarang yang bisa saya lakukan adalah mendengarkan otoritas kesehatan, jadi saya akan melakukan isolasi diri," tulisnya.

Editor: Anna Suci Perwitasari