Warren Buffett: Kepanikan Finansial atau Resesi Dunia yang Parah Bakal Terjadi



KONTAN.CO.ID - Investor miliarder Warren Buffett mengirimkan peringatan kepada para pemegang sahamnya terkait inflasi AS yang melonjak menjadi 5,4% selama bulan lalu.

Melansir Dailymail.co.uk, dalam surat tahunannya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway yang terkenal, Buffett, 92 tahun, memperingatkan bahwa defisit fiskal yang besar dan mengakar memiliki konsekuensi.

Buffett juga memprediksi bahwa kepanikan finansial atau resesi dunia yang parah akan segera terjadi. Namun, dia berjanji untuk melindungi investornya.


Kekhawatiran akan resesi yang dipicu oleh tingkat inflasi yang terus-menerus tinggi mencapai puncaknya pada hari Jumat menyusul berita bahwa ukuran inflasi Bank Sentral AS alias The Fed naik sebesar 0,7% sepanjang tahun ini. Kondisi itu menyebabkan Wall Street mengalami minggu terburuknya di tahun 2023.

Buffett juga memperingatkan masa ekonomi sulit yang akan datang dalam waktu dekat.

Baca Juga: Warren Buffett Bisa Kaya Raya karena Hidup Hemat, Siapa Bisa Meniru?

"Tugas kami adalah mengelola operasi dan keuangan Berkshire dengan cara yang akan mencapai hasil yang dapat diterima dari waktu ke waktu dan yang akan mempertahankan daya tahan perusahaan yang tak tertandingi ketika terjadi kepanikan keuangan atau resesi parah di seluruh dunia," tulisnya.

"Berkshire juga menawarkan beberapa perlindungan sederhana dari inflasi yang tak terkendali, tetapi atribut ini jauh dari sempurna," tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang akan terkena dampak resesi yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh para ahli lain pada tahun ini.

Namun terlepas dari peringatan tersebut, Buffet, yang kekayaan bersihnya diperkirakan sekitar US$ 106 miliar, mengatakan dia yakin ekonomi AS akan pulih.

"Saya telah berinvestasi selama 80 tahun - lebih dari sepertiga umur negara kita. Terlepas dari kegemaran warga negara kita untuk meragukan diri sendiri, saya belum melihat saat yang masuk akal untuk membuat taruhan jangka panjang melawan Amerika," urainya.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Balas Charlie Munger Terkait Seruan Larangan Investasi Bitcoin

Dia menambahkan, "Dan saya sangat ragu bahwa pembaca surat ini akan memiliki pengalaman yang berbeda di masa mendatang."

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie