Warren Buffett sebut sifat langka ini harus dimiliki agar sukses dalam hidup



KONTAN.CO.ID -  Tak bisa diragukan lagi bahwa investor legendaris Warren Buffett merupakan salah satu orang tersukses di pasar modal hingga saat ini.

Selain karena kepiawaiannya mengelola portofolio di bursa saham, Buffett juga terkenal karena nasihat-nasihatnya tentang kehidupan.

Founder dan Chief Human Officer, Leadership From the Core, Marcel Schwantes dalam artikelnya yang ditulis di Inc.mengatakan, selama bertahun-tahun, ia telah mengumpulkan sejumlah tip klasik dari Buffett yang berhubungan baik dengan keputusan investasi dan pengambilan keputusan yang baik dalam hidup.


Menurutnya, salah satu nasihat terbaiknya Buffett agak berlawanan dengan intuisi. Menurutnya Buffett mengandalkan Father Time sebagai teman bisnis yang luar biasa. 

Baca Juga: Obama tuding Trump sebagai gejala dan percepatan informasi yang salah

Buffett mengatakan, kunci kesuksesan adalah memiliki iman untuk percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi pada mereka yang menunggu.

Tidak peduli seberapa hebat bakat atau upaya yang dimiliki seseorang. "Anda tidak dapat menghasilkan bayi dalam satu bulan dengan menghamili sembilan wanita sekalipun," tulis Schwantes.

Bagi para wirausahawan yang memulai bisnisnya, kepuasan instan hanyalah mimpi. Buffett sangat percaya pada pelajaran penting berpikir jangka panjang (thinking long term).

Baca Juga: Warren Buffett ungkap tiga hal yang membedakan orang berprestasi dari pelamun

Perjalanan dan pencobaan yang panjang dan berat selama 14 jam sehari dan malam tanpa tidur pada akhirnya akan membuahkan hasil dan membuka jalan menuju kesuksesan, membuat perjalanan itu jauh lebih manis. Kata kunci untuk mewujudkannya bermuara pada satu sifat langka: kesabaran.

Manfaat kesabaran

Para peneliti telah menemukan bahwa orang yang menunjukkan sifat kesabaran yang langka membuat lebih banyak kemajuan menuju tujuan mereka dan lebih puas ketika mereka mencapainya (terutama jika tujuan tersebut sulit) dibandingkan dengan orang yang kurang sabar.

Penelitian lain juga menemukan bahwa orang yang sabar cenderung mengalami lebih sedikit depresi dan lebih sedikit emosi negatif dan dapat mengatasi situasi stres dengan lebih baik.

Editor: Noverius Laoli