Waspada, berikut 5 tanda awal penyakit ginjal



KONTAN.CO.ID - Ketika terjadi gangguan pada ginjal, kotoran di tubuh akan menumpuk dan memicu berbagai kerusakan. Karena itu, kenali tanda awal penyakit ginjal.

Ginjal merupakan organ tubuh yang menyaring air ekstra dan limbah dari darah. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari tanda awal keruskaan ginjal. 

Bahkan, hanya 10% orang dengan penyakit ginjal kronis yang mengetahui bahwa mereka mengidapnya. Padahal, pengobatan dini akan mencegah kerusakan fatal dan mempercepat pemulihan.


Sebenarnya, bagaimana tanda awal penyakit ginjal? Berikut informasinya, mengutip niddk.nih.gov dan Kidney:

1. Mudah lelah dan sulit berkonsentrasi 

Penurunan fungsi ginjal yang parah dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan orang merasa lelah, lemah dan dapat membuat sulit untuk berkonsentrasi. 

Komplikasi lain dari penyakit ginjal adalah anemia, yang dapat membuat tubuh lelah dan lemas.

Baca Juga: Jaga kesehatan dengan mewaspadai 3 gejala sakit ginjal ini

2. Kulit kering dan gatal 

Ginjal yang sehat dapat melakukan banyak pekerjaan penting. Ginjal berfungsi menghilangkan limbah dan cairan ekstra dari tubuh Anda.

Kemudian, membantu membuat sel darah merah, membantu menjaga tulang tetap kuat, dan bekerja untuk mempertahankan jumlah mineral yang tepat dalam darah Anda. 

Kulit kering dan gatal bisa menjadi tanda ada gangguan pada mineral juga tulang yang sering menyertai penyakit ginjal stadium lanjut.  Hal ini bisa terjadi ketika ginjal tidak lagi mampu menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi yang tepat dalam darah. 

3. Sering buang air kecil 

Jika Anda merasa ingin buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari, ini bisa menjadi tanda penyakit ginjal. Filter ginjal rusak dapat menyebabkan peningkatan keinginan untuk buang air kecil. 

Terkadang, hal ini juga bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria. 

Baca Juga: Jangan anggap enteng, ini 15 gejala penyakit ginjal yang perlu diwaspadai

Editor: S.S. Kurniawan