Waspada! Mikrodroplet keluar dari orang terjangkit corona saat bernafas bisa menular



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Masyarakat harus semakin waspada. Studi terbaru menunjukkan, mikrodroplet yang keluar dari orang yang terjangkit virus corona baru saat mereka berbicara dan bernapas bisa menular.

Studi anyar dari para ilmuwan di Universitas Nebraska, Amerika Serikat, yang mereka unggah ke situs medis pekan ini memperlihatkan, untuk pertama kalinya, virus corona dari mikrodroplet atau dengan ukuran di bawah lima mikron bisa mereplikasi dalam kondisi lab.

Ini meningkatkan hipotesis: berbicara dan bernafas normal, tidak hanya batuk dan bersin, bertanggungjawab dalam menyebarkan virus corona. Dan, dosis infeksi virus bisa menempuh jarak yang jauh, lebih dari dua meter yang menjadi pedoman jarak sosial.


Baca Juga: WHO akui penularan corona lewat udara, ini kegiatan berpotensi transmisi aerosol

Hasilnya memang masih pendahuluan dan belum muncul dalam jurnal ulasan sesama ilmuwan, yang akan memberikan kredibilitas lebih untuk sebuah studi. 

Studi ilmuwan di Universitas Nebraska baru diunggah ke Medrxiv.org, di mana sebagian besar penelitian mutakhir selama pandemi virus corona pertama kali dipublikasikan.

Tapi, tim yang sama menulis makalah pada Maret lalu yang menunjukkan, virus corona tetap mengudara di kamar pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumahsakit. Penelitian ini akan segera terbit dalam jurnal.

"Ini sebenarnya cukup sulit untuk mengumpulkan sampel," kata Joshua Santarpia, profesor di Pusat Medis Universitas Nebraska kepada AFP seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Baca Juga: WHO rilis pedoman baru penularan virus corona, ini isinya

Tim menggunakan perangkat seukuran ponsel untuk tujuan itu. "Tapi, "Konsentrasinya biasanya sangat rendah, peluang Anda untuk mendapatkan kembali bahan itu kecil," ujar dia.

Bisa melayang lebih jauh dari tetesan

Editor: S.S. Kurniawan