​Waspadai, inilah 6 kandungan kosmetik yang berbahaya untuk ibu hamil



KONTAN.CO.ID - Selama hamil, tak jarang calon ibu mulai khawatir dengan keamanan skincare atau produk perawatan kulit yang rutin digunakan. 

Ibu hamil biasanya mulai bertanya-tanya apakah skin care yang mereka gunakan memiliki bahan-bahan yang aman untuk pertumbuhan janin dalam kandungan. 

Hal ini wajar sebab memang ada beberapa bahan-bahan di produk skincare yang tidak aman digunakan selama kehamilan. 


Untuk itu, ibu hamil perlu tahu sejumlah kandungan dalam skincare yang tidak aman digunakan selama kehamilan. Lantas, apa saja kandungan kosmetik yang berbahaya bagi ibu hamil?

Baca Juga: Pasien BPJS disebut diminta bayar Rp 229 juta, bagaimana aturan Kemenkes?

Kandungan skincare yang harus dihindari selama kehamilan

Dirangkum dari laman Healthline, berikut kandungan kosmetik atau skincare yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil: 

1. Retinoid

Beberapa produk perawatan kulit anti penuaan menggunakan jenis retinol yang disebut retinoid, yang dapat membantu menghilangkan jerawat dan mengurangi garis-garis halus. 

Produk kosmetik yang dijual bebas memiliki tingkat retinoid yang lebih rendah, sementara obat resep, seperti Retin-A (tretinoin) dan Accutane (isotretinoin) mengandung dosis yang jauh lebih tinggi. 

Produk yang mengandung retinoid seperti Accutane telah dikaitkan dengan timbulnya risiko 20 hingga 35% terhadap cacat bawaan dan 60% janin menunjukkan masalah neurokognitif karena paparannya. 

Baca Juga: Ancaman RS kolaps di Depok semakin nyata, pasien Covid-19 menumpuk di IGD

2. Asam salisilat dosis tinggi

Asam salisilat adalah bahan yang umum digunakan untuk mengobati jerawat karena kemampuannya sebagai antiradang, mirip dengan aspirin. 

Tetapi sebuah studi tahun 2013 menyimpulkan produk yang mengandung asam salisilat dosis tinggi seperti obat kulit dan obat oral harus dihindari selama kehamilan.

Meskipun demikian, produk obat bebas atau Over The Counter (OTC) dosis rendah yang mengandung asam salisilat telah dilaporkan aman oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Baca Juga: Waspada stunting pada anak, ini tips pencegahannya sejak dini