WHO Diminta Mengkaji Kembali Teori Kebocoran Lab Terkait Asal Mula Covid-19



KONTAN.CO.ID - JENEWA. Penasihat WHO meminta organisasi tersebut untuk mengkaji kembali beragam teori mengenai asal mula Covid-19, termasuk teori kebocoran lab di Wuhan yang sempat membuat China geram.

Pada hari Kamis (9/6), para ahli mengevaluasi berbagai penelitian yang ada, termasuk temuan misi ilmiah gabungan WHO-China tahun lalu, serta beberapa studi terbaru yang diterbitkan dan tidak dipublikasikan.

Dilansir dari AP News, hingga saat ini kelompok penasihat WHO mengatakan potongan data penting untuk menjelaskan bagaimana pandemi dimulai masih belum ada. Atas dasar itu, semua kemungkinan yang ada akan tetap dikaji kembali.


Baca Juga: WHO: Persepsi bahwa Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir Bisa Dimengerti tapi Salah Arah

Kelompok ahli WHO juga mencatat bahwa karena kecelakaan laboratorium di masa lalu telah memicu beberapa wabah. Meski teori tersebut kerap dipolitisasi, namun mereka merasa hal itu tidak bisa diabaikan.

Jean-Claude Manuguerra, salah satu ketua kelompok penasihat internasional WHO, mengakui bahwa beberapa ilmuwan mungkin cenderung menjauhi gagasan untuk menyelidiki teori kebocoran laboratorium. Manuguerra merasa para ilmuwan itu perlu berpikiran terbuka untuk memeriksanya.

Desakan ini bisa saja membangkitkan kembali tuduhan bahwa WHO telah terlalu percaya terhadap penjelasan China di periode awal penyebaran virus. Mereka juga kembali menyesalkan sikap China yang berusaha untuk mencegah tentang asal-usul Covid-19.

Para pakar WHO ini juga mengatakan bahwa Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Februari lalu mengirim dua surat kepada pejabat senior pemerintah China yang berisi permintaan rincian kasus Covid-19 pertama di negara tersebut.

Baca Juga: WHO: Mengkhawatirkan, Cacar Monyet Menyebar di 29 Negara yang Bukan Endemik