Wilmar mengelola lahan seluas 20.000 ha yang memiliki nilai konservasi tinggi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk menjaga kelestarian lingkungan, Grup Wilmar berkomitmen mengelola areal yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT) atau High Conservation Value (HCV) sekitar 20.000 hektare (ha).

Area tersebut tersebar di beberapa perkebunan kelapa sawit yang dikelola perusahaan Grup Wilmar di Sumatra dan Kalimantan. 

Menurut Indonesia Conservation Lead Wilmar, Syahrial Anhar Harahap, sebagai perusahaan berbasis sumberdaya alam yang berkelanjutan, Grup Wilmar memiliki tanggung jawab untuk turut berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Salah satunya dengan mengelola areal HCV yang berada di dalam perkebunan.  


Baca Juga: Hingga Januari 2020, Komisi ISPO telah terbitkan 621 sertifikat

“Latar belakang dalam pengelolaan HCV adalah menjaga dan menyesuaikan fungsi-fungsi ekosistem, ekologi, sosial budaya dan juga jasa-jasa lingkungan, serta keanekaragaman hayati” kata Anhar dalam keterangan tertuls yang diperoleh Kontan.co.id, Selasa (3/3).

Hingga saat ini, perusahaan agribisnis tersebut mengelola areal HCV sekitar 20.000 ha. Area HCV terluas yang dikelola berada di Kalimantan Tengah seluas 15.000 ha atau 75% dari total HCV yang dikelola perusahaan. 

Anhar menjelaskan, pihaknya telah memulai studi HCV sejak 2007 dan setelahnya, HCV diputuskan menjadi kebijakan untuk medukung bisnis perusahaan. Pengelolaan HCV juga sejalan dengan komitmen Wilmar sebagai anggota Rountable Sustainable Palm Oil (RSPO), dan juga pemenuhan dalam prinsip-prinsip perkebunan berkelanjutan lainnya, seperti Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).

Baca Juga: Serap surplus listrik, PLN jaring potensi dari kawasan industri dan ekonomi khusus

Dalam pengelolaan areal HCV, Wilmar telah membentuk tim khusus serta menjalin kerjasama dengan para pihak, seperti pemerintah, perguruan tinggi, lembaga-lembaga non pemerintah dan masyarakat sekitar. 

Editor: Noverius Laoli