Yuk pahami perbedaan social distancing, isolasi diri dan karantina



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah AS dan organisasi kesehatan internasional, bahkan festival musik seperti Coachella mengambil langkah guna membatasi kontak antar individu untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Hingga Rabu (18/3) pukul 07.00 WIB, virus corona telah menginfeksi sedikitnya 196.979 orang dan menewaskan 7.900 orang di seluruh dunia. 

Karena virus inilah, banyak topik terkait social distancing atau jarak sosial, karantina, dan isolasi diri --yang mayoritas adalah konsep baru bagi masyarakat Indonesia


Agak sulit memahami perbedaan di antara ketiganya, dan Insider telah menyusun panduan yang menjelaskan kapan kita harus mempraktikkan salah satunya. 

Baca Juga: Punya gejala corona (Covid-19)? Catat protokol kesehatan dari Kemenkes ini

Social distancing adalah membatasi kontak dengan manusia lain sebisa mungkin. 

Menutup sekolah, bekerja dari rumah, dan membatalkan pertemuan lebih dari 50 orang tergolong sebagai aktivitas jarak sosial atau social distancing

Ini adalah sebuah strategi kesehatan masyarakat yang membatasi interaksi manusia untuk mencegah penyebaran penyakit menular, menurut Centers for Disease Control and Prevention. 

Orang yang mempraktikkan social distancing masih bisa berjalan-jalan, berkebun, atau pergi mendaki. Kita dapat menghabiskan waktu dengan teman atau anggota keluarga yang tinggal bersama, tetapi tidak berkumpul dengan siapa pun di luar itu. 

Hindari kontak dengan orang-orang yang rentan terinfeksi dan batalkan semua pertemuan sosial yang tidak perlu. 

Editor: Anna Suci Perwitasari