Otak kasus 1MDB pernah tawarkan kerja sama ke Mahathir untuk memenjarakan Najib Razak



KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Jho Low, buronan yang dipandang sebagai dalang di balik skandal korupsi 1MDB di Malaysia, berulang kali mencari kesepakatan dengan pemerintahan Mahathir Mohamad.

Dalam rekaman audio yang disiarkan Al-Jazeera, ia menawarkan kerja sama dengan pemerintahan Mahathir terkait kasus korupsi yang membelit perdana menteri sebelumnya, Najib Razak.

Rekaman itu adalah bagian dari dokumenter tentang Low yang dirilis pada hari Senin. Al-Jazeera mengatakan rekaman tersebut menangkap percakapan Low dengan pejabat di pemerintahan mantan perdana menteri Mahathir sejak ia berkuasa dalam pemilihan Mei 2018 hingga November tahun di tahun yang sama.


Baca Juga: Putin menyetujui pembangunan fasilitas pangkalan militer di Sudan

Atas tawaran itu, Low meminta penghentian investigasi atas dirinya di Malaysia dengan imbalan pengabaian haknya atas aset miliknya yang disita.

Low juga terdengar meminta Kuala Lumpur menengahi kasusnya dengan otoritas Singapura yang pada 2016 memulai penyelidikan atas skandal tersebut dan memasang red notice atas namanya di Interpol. 

Sebagian dari US$ 7 miliar uang yang diduga disalahgunakan dari 1MDB memang diparkir di Singapura. Dan aset yang terkait dengan Low di negara itu kemudian dibekukan.

Najib Razak sendiri pada Juli dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dalam serangkaian persidangan pidana pertama yang mengaitkannya dengan skandal 1MDB.

Kata Low dalam rekaman tersebut, Najib yang saat ini dibebaskan dengan jaminan, pada akhirnya adalah orang yang memiliki wewenang untuk membuat keputusan tentang 1MDB.

Baca Juga: Tak gentar hadapi AS, China habiskan 2 dekade untuk membangun sistem senjata nuklir

Dia menawarkan kerja sama kepada Mahathir dengan mengisyaratkan bahwa ia dan kroni-kroninya akan dapat membantu pemerintah Malaysia dalam kasus-kasus terhadap Najib dan istrinya Rosmah Mansor, yang saat ini juga diadili karena korupsi.

Editor: Tendi Mahadi