KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin kembali melemah setelah para trader spekulatif mengalihkan perhatian ke lonjakan harga logam, terutama perak. Tekanan jual ini membuat aset kripto terbesar di dunia itu kembali tertekan usai sempat bangkit dari level terendah dalam 10 bulan. Bloomberg melaporkan, Bitcoin sempat turun di bawah US$ 76.000, seiring kembalinya sentimen bearish yang hampir menyeret harganya ke posisi terendah sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih lebih dari setahun lalu. Di tengah kondisi ini, platform derivatif kripto seperti Hyperliquid menjadi indikator pergeseran sentimen makro. Volume perdagangan kontrak berjangka perak (silver perpetual futures) di Hyperliquid tetap tinggi, dengan nilai transaksi lebih dari US$ 1 miliar dalam 24 jam terakhir, sekitar tiga kali lipat dibandingkan kontrak non-kripto terpopuler berikutnya yang berbasis harga emas.
Sentimen Extreme Fear Bayangi Penurunan Bitcoin, Berisiko Anjlok ke US$ 38.000?
KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin kembali melemah setelah para trader spekulatif mengalihkan perhatian ke lonjakan harga logam, terutama perak. Tekanan jual ini membuat aset kripto terbesar di dunia itu kembali tertekan usai sempat bangkit dari level terendah dalam 10 bulan. Bloomberg melaporkan, Bitcoin sempat turun di bawah US$ 76.000, seiring kembalinya sentimen bearish yang hampir menyeret harganya ke posisi terendah sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih lebih dari setahun lalu. Di tengah kondisi ini, platform derivatif kripto seperti Hyperliquid menjadi indikator pergeseran sentimen makro. Volume perdagangan kontrak berjangka perak (silver perpetual futures) di Hyperliquid tetap tinggi, dengan nilai transaksi lebih dari US$ 1 miliar dalam 24 jam terakhir, sekitar tiga kali lipat dibandingkan kontrak non-kripto terpopuler berikutnya yang berbasis harga emas.
TAG: